Kasi Penmad Kemenag Majalengka Buka dan Sampaikan Materi Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta di KKMI 1

08 Feb 2026 | updated : 08 Feb 2026

GambarPos

Sukahaji (Kemenag)– Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. membuka sekaligus menyampaikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 1. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) bertempat di MIS Sukahaji.

Bimtek ini mengusung tema “Mewujudkan Cinta dalam Ruh Pendidikan” dan diikuti oleh 119 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah. Peserta berasal dari 12 MI, yaitu MIN 1 Majalengka, MIS PUI Kapur, MIS Miftahul Jannah, MIS Sukahaji, MIS Cipancar, MIS KMI Tanjungsari, MIS PUI Cikalong, MIS Miftahul Ulum Rajagaluh, MIS Baeturrahman, MIS Tunas Bangsa, MIS Ujung Berung, dan MIS Al Manar Jatiwangi.

Ketua Panitia, Fiqri Abdul Aziz, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini terselenggara berkat swadaya dari madrasah-madrasah yang tergabung dalam KKMI 1. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman dan penguatan kepada para pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta di madrasah masing-masing.

Dalam sambutannya, Kasi Penmad Kemenag Majalengka menghimbau agar seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, dapat bahu-membahu dan bersinergi dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan madrasah.

Mengawali penyampaian materi, Kasi Penmad mengajak seluruh peserta untuk melakukan relaksasi dan perenungan diri. Peserta diajak untuk merefleksikan apakah selama ini sudah mencintai diri sendiri sebagai pendidik.

Sebelum kita memberikan energi positif kepada orang lain, maka kita harus memilikinya terlebih dahulu. Saya ingin kita sama-sama memberikan hadiah untuk diri sendiri dengan Al-Fatihah dan memberikan energi positif untuk diri kita sendiri,” tuturnya.

Selanjutnya, Euis Damayanti memaparkan materi terkait Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menjelaskan bahwa implementasi KBC harus terintegrasi dalam seluruh aspek pendidikan madrasah, mulai dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya dan iklim madrasah.

Integrasikan panca cinta dalam setiap mata pelajaran,” tegasnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan konsep pola 5-5-5 dalam Kurikulum Berbasis Cinta sebagai salah satu pendekatan strategis dalam membangun pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Pembina Madrasah, Dedi Jubaedi, S.Ag., dan JFU Seksi Pendidikan Madrasah, H.Aip Syarif Hidayatullah, M.Pd.

Kegiatan bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta komitmen para pendidik MI dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata di lingkungan madrasah.

 

Penulis : Dwi Winarti
Kategori     : Berita