Majalengka — Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Majalengka menggelar zoom meeting teknis persiapan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh seluruh kepala madrasah dan operator madrasah se-Kabupaten Majalengka.
Zoom meeting tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses administrasi dan kelengkapan dokumen pencairan TPG berjalan tertib, tepat waktu, dan tanpa kendala teknis yang dapat menghambat proses pencairan.
Dalam arahannya, H. Aip Syarif Hidayatullah, M.Pd., selaku Admin EMIS GTK tingkat Kabupaten Majalengka, menekankan pentingnya ketelitian dan ketuntasan data oleh masing-masing madrasah.
“Madrasah harus mencetak S35. Pastikan tidak ada alfa, dan pastikan semuanya selesai tanpa ada alfa, khususnya bagi guru penerima TPG,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa untuk madrasah negeri, mengingat keterbatasan waktu, proses mutasi akan dilakukan setelah pencairan TPG selesai dilaksanakan.
“Sampai hari ini SKBK sudah saya selesaikan, meskipun masih ada beberapa pengajuan yang belum rampung. File S29e harus dicetak, begitu juga persetujuan SKBK silakan dicetak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syarif menegaskan bahwa setiap madrasah harus memastikan seluruh guru penerima TPG benar-benar layak menerima tunjangan sesuai ketentuan yang berlaku. Kelengkapan administrasi menjadi faktor utama dalam kelancaran pencairan.
Beberapa poin penting yang kembali ditekankan dalam pertemuan tersebut antara lain:
- Cetak dan pastikan dokumen S35 tanpa alfa.
- Cetak file S29e.
- Cetak persetujuan SKBK.
- Pastikan seluruh guru penerima TPG memenuhi syarat kelayakan.
- Upload rekening gaji pokok.
- Mengirimkan persetujuan update rekening.
Melalui kegiatan ini, Seksi Penmad berharap seluruh madrasah dapat segera menuntaskan kewajiban administrasi sehingga pencairan TPG dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan tanpa hambatan. Syarif juga mengingatkan antara kepala madrasah, guru dan operator harus membangun komunikasi yang baik. Komitmen bersama antara kepala madrasah dan operator menjadi kunci utama suksesnya proses pencairan tunjangan profesi guru di Kabupaten Majalengka.